Nullam dignissim, ante scelerisque the is euismod fermentum odio sem semper the is erat, a feugiat leo urna eget eros. Duis Aenean a imperdiet risus.

Memuat Data Peraturan...

Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 1947

Abstrak Peraturan

Data tidak tersedia

Tentang
:Dewan Pertahanan Negara, Peraturan Pengesyahan Peraturan Dewan Pertahanan Negara Nomor 6, 10, 12,13,15, 18, 19, 23, 24, 25 Dan 26 Tahun 1946
Bentuk Peraturan
:Peraturan Perundang-undangan
Instansi / Pemrakarsa
:Indonesia, Pemerintah Pusat
Otoritas
:Data tidak tersedia
Bentuk
:Undang-Undang
Bentuk Singkat
:UU
Nomor
:2
Tahun
:1947
Tempat Penetapan
:Jakarta
Tanggal Penetapan
:28 Juli 2017
Tanggal Pengundangan
:28 Juli 2017
Tanggal Berlaku
:Data tidak tersedia
Status
:Berlaku
Bahasa
:Bahasa Indonesia
Lokasi
:Pemerintah Pusat
Sumber
:Data tidak tersedia
Status Verifikasi
:
Belum diverifikasi
Sektor Utama
:
Pertahanan dan Keamanan
Subsektor
:
Pertahanan Negara Keamanan Nasional
Sub Subsektor
:
Kebijakan & Strategi Pertahanan Penanganan Konflik & Krisis
Dokumen (Lampiran)

Peraturan Terkait

Belum ada peraturan terkait untuk data ini.

Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 1947
TENTANG
DEWAN PERTAHANAN NEGARA, PERATURAN PENGESYAHAN PERATURAN DEWAN PERTAHANAN NEGARA NOMOR 6, 10, 12,13,15, 18, 19, 23, 24, 25 DAN 26 TAHUN 1946

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang
:
a.
peraturan Dewan Pertahanan Negara No. 6, 10, 12, 13, 15, 18, 19, 23, 24, 25 dan 26 mempunyai kekuasaan sama dengan Undang-undang;
b.
peraturan-peraturan tersebut perlu disahkan;
Mengingat
:
1.
pasal 7 Undang-undang Keadaan Bahaya tahun 1946, pasal 5 ayat 1 dan pasal IV Aturan Peralihan Undang-undang Dasar, serta Maklumat Wakil Presiden Republik Indonesia tanggal 16 Oktober 1945 No. X;

MEMUTUSKAN:

menetapkan
:
UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN PERATURAN-PERATURAN DEWAN PERTAHANAN NEGARA No. 6, 10, 12, 13, 15, 18, 19, 23, 24, 25 dan 26 TAHUN 1946
Pasal 1
Peraturan-peraturan Dewan Pertahanan Negara yang berikut:
a.
No. 6 tahun 1946 tentang Penjagaan Bahaya Udara;
b.
No. 10 tahun 1946 tentang Pengiriman Emas;
c.
No. 12 tahun 1946 tentang Pengawasan Bangunan;
d.
No. 13 tahun 1946 tentang Kewajiban Bekerja;
e.
No. 15 tahun 1946 tentang Penimbunan dan pembatasan harga barang;
f.
No. 18 tahun 1946 tentang Pendaftaran Perusahaan;
g.
No. 19 tahun 1946 tentang Lasykar dan Barisan;
h.
No. 23 tahun 1946 tentang Penambahan Peraturan Dewan Pertahanan Negara No. 15;
i.
No. 24 tahun 1946 tentang Pengawasan Export dan Import;
j.
No. 25 tahun 1946 tentang Panitia Kesehatan;
k.
No. 26 tahun 1946 tentang Badan Textiel Negara, adalah sah.
Pasal 2
Undang-undang ini mulai berlaku buat Peraturan Dewan Pertahanan Negara:
a.
No. 6 tahun 1946, sejak tanggal 19 Juli 1946;
b.
No. 10 tahun 1946, sejak tanggal 31 Juli 1946;
c.
No. 12 tahun 1946, sejak tanggal 31 Juli 1946;
d.
No. 13 tahun 1946, sejak tanggal 7 Agustus 1946;
e.
No. 15 tahun 1946, sejak tanggal 20 Agustus 1946;
f.
No. 18 tahun 1946, sejak tanggal 30 September 1946;
g.
No. 19 tahun 1946, sejak tanggal 4 Oktober 1946;
h.
No. 23 tahun 1946, sejak tanggal 11 Nopember 1946;
i.
No. 24 tahun 1946, sejak tanggal 5 Desember 1946;
j.
No. 25 tahun 1946, sejak tanggal 30 Nopember 1946;
k.
No. 26 tahun 1946, sejak tanggal 25 Nopember 1946.
Ditetapkan di Yogyakarta pada tanggal 14 Januari 1947.
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
SOEKARNO.
Perdana Menteri.
SOETAN SJAHRIR.
Diumumkan pada tanggal 15 Januari 1947.
Sekretaris Negara, A.G. PRINGGODIGDO.
Penjelasan Umum
Undang-Undang ini mengesahkan peraturan-peraturan Dewan Pertahanan Negara No. 6, 10, 12, 13, 15, 18, 19, 23, 24, 25 dan 26 Tahun 1946 yang mempunyai kekuasaan sama dengan Undang-undang, agar memiliki dasar hukum yang sah sesuai dengan ketentuan Undang-undang Keadaan Bahaya tahun 1946 dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Paper Terkait

HAMBATAN DALAM IMPLEMENTASI ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN

WIDOWATI
Yustitiabelen Vol. 7 No. 1 2021

Berita Terkait

Jadi Garda Terdepan Rusia, Bagaimana Status Kewarganegaraan 8 WNI?
03 Sep 2026

Jadi Garda Terdepan Rusia, Bagaimana Status Kewarganegaraan 8 WNI?

Kasus dugaan perekrutan delapan WNI sebagai tentara Rusia menimbulkan persoalan mengenai status kewarganegaraan mereka. Meskipun dinas militer asing dapat menjadi dasar kehilangan kewarganegaraan, status tersebut tidak hilang secara otomatis dan tetap melekat hingga terdapat keputusan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Baca selengkapnya
Kehadiran Komponen Cadangan di Aksi Demonstrasi Memantik Persoalan Hukum
02 Jul 2026

Kehadiran Komponen Cadangan di Aksi Demonstrasi Memantik Persoalan Hukum

Kemunculan personel Komponen Cadangan (Komcad) di sekitar aksi demonstrasi pada 13 Juni 2026 memantik persoalan hukum. Koalisi masyarakat sipil menilai bahwa pelibatan Komcad tanpa pernyataan mobilisasi oleh Presiden bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Para ahli menegaskan bahwa pengamanan unjuk rasa merupakan ranah kepolisian, bukan fungsi Komcad yang dirancang untuk menghadapi ancaman militer.

Baca selengkapnya
Komisi I DPR Setujui Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia
02 Jul 2026

Komisi I DPR Setujui Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan dengan Turki dan Malaysia

Komisi I DPR RI bersama pemerintah menyetujui dua Rancangan Undang-Undang (RUU) ratifikasi kerja sama pertahanan Indonesia dengan Turki dan Malaysia dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Persetujuan tingkat I ini menjadi tahapan penting sebelum kedua RUU dibawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan tingkat II dan disahkan menjadi undang-undang.

Baca selengkapnya
Memuat konsolidasi…