Nullam dignissim, ante scelerisque the is euismod fermentum odio sem semper the is erat, a feugiat leo urna eget eros. Duis Aenean a imperdiet risus.

Memuat Data Peraturan...

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2009

Abstrak Peraturan

Data tidak tersedia

Bentuk Peraturan
:Data tidak tersedia
Instansi / Pemrakarsa
:Data tidak tersedia
Bentuk
:Peraturan Presiden
Nomor
:57
Tahun
:2009
Tempat Penetapan
:Data tidak tersedia
Tanggal Penetapan
:Data tidak tersedia
Tanggal Pengundangan
:Data tidak tersedia
Tanggal Berlaku
:Data tidak tersedia
Status
:Data tidak tersedia
Bahasa
:Data tidak tersedia
Lokasi
:Data tidak tersedia
Sumber
:Data tidak tersedia
Sektor
: Data tidak tersedia
Dokumen (Lampiran)
: File tidak tersedia

Peraturan Terkait

Belum ada peraturan terkait untuk data ini.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2009
TENTANG
PEMBUKAAN KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA UNTUK NEGARA REPUBLIK KAZAKHSTAN, NEGARA REPUBLIK AZERBAIJAN, NEGARA KERAJAAN BAHRAIN, NEGARA KESULTANAN OMAN, NEGARA REPUBLIK MOZAMBIQUE, NEGARA REPUBLIK PANAMA, NEGARA REPUBLIK EKUADOR, NEGARA BOSNIA DAN HERZEGOVINA, NEGARA REPUBLIK KROASIA, DAN PEMBUKAAN KONSULAT REPUBLIK INDONESIA DI TAWAU, MALAYSIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang
:
a.
bahwa dalam rangka meningkatkan jangkauan dan kinerja diplomasi dalam mempererat hubungan dan kerja sama luar negeri dengan negara-negara sahabat, dipandang perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kazakhstan, Negara Republik Azerbaijan, Negara Kerajaan Bahrain, Negara Kesultanan Oman, Negara Republik Mozambique, Negara Republik Panama, Negara Republik Ekuador, Negara Bosnia dan Herzegovina, Negara Republik Kroasia, dan Pembukaan Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia;
Mengingat
:
1.
Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 11 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi Wina mengenai Hubungan Diplomatik beserta Protokol Opsionalnya mengenai Hal Memperoleh Kewarganegaraan (Vienna Convention on Diplomatic Relations and Optional Protocol to the Vienna Convention on Diplomatic Relations Concerning Acquisition of Nationality, 1961) dan Pengesahan Konvensi Wina mengenai Hubungan Konsuler beserta Protokol Opsionalnya mengenai Hal Memperoleh Kewarganegaraan (Vienna Convention on Consular Relations and Optional Protocol to the Vienna Convention on Consular Relations Concerning Acquisition of Nationality, 1963) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3211);
3.
Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3882);
4.
Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2003 tentang Organisasi Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri;

MEMUTUSKAN:

menetapkan
:
PERATURAN PRESIDEN TENTANG PEMBUKAAN KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA UNTUK NEGARA REPUBLIK KAZAKHSTAN, NEGARA REPUBLIK AZERBAIJAN, NEGARA KERAJAAN BAHRAIN, NEGARA KESULTANAN OMAN, NEGARA REPUBLIK MOZAMBIQUE, NEGARA REPUBLIK PANAMA, NEGARA REPUBLIK EKUADOR, NEGARA BOSNIA DAN HERZEGOVINA, NEGARA REPUBLIK KROASIA, DAN PEMBUKAAN KONSULAT REPUBLIK INDONESIA DI TAWAU, MALAYSIA
BAB I
PEMBUKAAN KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA DAN WILAYAH KERJA
Pasal 1
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk negara-negara berikut:
(1)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kazakhstan.
Penjelasan: Cukup jelas.
(2)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Azerbaijan.
Penjelasan: Cukup jelas.
(3)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Kerajaan Bahrain.
Penjelasan: Cukup jelas.
(4)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Kesultanan Oman.
Penjelasan: Cukup jelas.
(5)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Mozambique.
Penjelasan: Cukup jelas.
(6)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Panama.
Penjelasan: Cukup jelas.
(7)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Ekuador.
Penjelasan: Cukup jelas.
(8)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Bosnia dan Herzegovina.
Penjelasan: Cukup jelas.
(9)
Negara Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kroasia.
Penjelasan: Cukup jelas.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Pasal 2
Kedutaan Besar Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah Perwakilan Diplomatik Negara Republik Indonesia yang bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Luar Negeri.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Pasal 3
Kedutaan Besar Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 berkedudukan dan memiliki wilayah kerja sebagai berikut:
(1)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kazakhstan berkedudukan di Astana, Kazakhstan dengan wilayah kerja seluruh wilayah Republik Kazakhstan dan merangkap Republik Tajikistan.
Penjelasan: Cukup jelas.
(2)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Azerbaijan berkedudukan di Baku, Azerbaijan dengan wilayah kerja seluruh wilayah Republik Azerbaijan.
Penjelasan: Cukup jelas.
(3)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Kerajaan Bahrain berkedudukan di Manama, Bahrain dengan wilayah kerja seluruh wilayah Kerajaan Bahrain.
Penjelasan: Cukup jelas.
(4)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Kesultanan Oman berkedudukan di Muscat, Oman dengan wilayah kerja seluruh wilayah Kesultanan Oman.
Penjelasan: Cukup jelas.
(5)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Mozambique berkedudukan di Maputo, Mozambique dengan wilayah kerja seluruh wilayah Republik Mozambique dan merangkap Republik Malawi.
Penjelasan: Cukup jelas.
(6)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Panama berkedudukan di Panama City, Panama dengan wilayah kerja seluruh wilayah Republik Panama.
Penjelasan: Cukup jelas.
(7)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Ekuador berkedudukan di Quito, Ekuador dengan wilayah kerja seluruh wilayah Republik Ekuador.
Penjelasan: Cukup jelas.
(8)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Bosnia dan Herzegovina berkedudukan di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina dengan wilayah kerja seluruh wilayah Bosnia dan Herzegovina.
Penjelasan: Cukup jelas.
(9)
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kroasia berkedudukan di Zagreb, Kroasia dengan wilayah kerja seluruh wilayah Republik Kroasia.
Penjelasan: Cukup jelas.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
BAB II
PEMBUKAAN KONSULAT REPUBLIK INDONESIA
Pasal 4
Negara Republik Indonesia membuka Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Pasal 5
Konsulat Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 adalah Perwakilan Konsuler yang berada di bawah dan bertanggung jawab secara operasional kepada Kepala Perwakilan Diplomatik Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Pasal 6
Wilayah Kerja Konsulat Republik Indonesia di Tawau meliputi wilayah Tawau yaitu Bandar, Separuh Bandar, Luar Bandar, dan Laut.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
BAB III
KEPEGAWAIAN, KEUANGAN DAN ORGANISASI
Pasal 7
Formasi kepegawaian Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kazakhstan, Negara Republik Azerbaijan, Negara Kerajaan Bahrain, Negara Kesultanan Oman, Negara Republik Mozambique, Negara Republik Panama, Negara Republik Ekuador, Negara Bosnia dan Herzegovina, Negara Republik Kroasia dan Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Pasal 8
Segala biaya yang diperlukan untuk Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kazakhstan, Negara Republik Azerbaijan, Negara Kerajaan Bahrain, Negara Kesultanan Oman, Negara Republik Mozambique, Negara Republik Panama, Negara Republik Ekuador, Negara Bosnia dan Herzegovina, Negara Republik Kroasia dan Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara cq. anggaran Kementerian Luar Negeri.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Pasal 9
Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, fungsi, jenjang, susunan organisasi dan tata kerja Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Negara Republik Kazakhstan, Negara Republik Azerbaijan, Negara Kerajaan Bahrain, Negara Kesultanan Oman, Negara Republik Mozambique, Negara Republik Panama, Negara Republik Ekuador, Negara Bosnia dan Herzegovina, Negara Republik Kroasia dan Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri setelah mendapat persetujuan dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 10
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Desember 2009

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Penjelasan Umum
Peraturan Presiden ini disusun dalam rangka meningkatkan jangkauan dan kinerja diplomasi dalam mempererat hubungan dan kerja sama luar negeri dengan negara-negara sahabat. Pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk 9 (sembilan) negara dan Pembukaan Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia bertujuan untuk memperkuat kehadiran diplomatik Indonesia di berbagai wilayah strategis. Kedutaan Besar yang dibuka meliputi Negara Republik Kazakhstan, Negara Republik Azerbaijan, Negara Kerajaan Bahrain, Negara Kesultanan Oman, Negara Republik Mozambique, Negara Republik Panama, Negara Republik Ekuador, Negara Bosnia dan Herzegovina, dan Negara Republik Kroasia. Sementara Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia akan berada di bawah dan bertanggung jawab secara operasional kepada Kepala Perwakilan Diplomatik Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia. Segala biaya yang diperlukan untuk pembukaan kedutaan besar dan konsulat ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara cq. anggaran Kementerian Luar Negeri.

Paper Terkait

Belum ada paper terkait untuk peraturan ini.

Berita Terkait

Belum ada berita terkait untuk peraturan ini.
Memuat konsolidasi…